Kebutuhan akan pakaian kaos olahraga, jaket organisasi, dan berbagai souvenir kain berkualiti tinggi di lingkungan lembaga pendidikan terus mengalami peningkatan tinggi. Pengadaan atribut pakaian yang sebelumnya diserahkan kepada pihak konveksi luar sering kali mengalami kendala keterlambatan waktu pengiriman dan tingginya biaya produksi. Pendirian unit usaha percetakan sablon pakaian mandiri yang dikelola oleh para santri menjadi langkah cerdas untuk memenuhi kebutuhan atribut pakaian internal. Unit usaha ini memproduksi berbagai jenis sablon kaos, bendera, tas kain, hingga spanduk kegiatan dengan kualitas cetakan profesional.
Peralatan cetak sablon manual dan mesin cetak digital DTF modern digunakan untuk menghasilkan sablonan yang tajam, halus, dan tidak mudah luntur saat dicuci. Pemilihan bahan tinta sablon dan kain kaos dilakukan secara teliti untuk memastikan pakaian yang dihasilkan sangat nyaman dan sejuk saat dikenakan beraktivitas. Pengawasan kualitas produksi diterapkan secara ketat mulai dari tahap pembuatan desain sketsa, pencetakan, hingga proses pengeringan dan pemakingan rapi. Produk garmen buatan santri ini memiliki daya saing mutu yang sangat tinggi serta harga jual terjangkau.
Selain melayani pesanan atribut internal pondok, unit sablon ini juga menerima pesanan pembuatan seragam dari sekolah-sekolah lain, komunitas, dan instansi daerah sekitar. Fleksibilitas desain dan kecepatan penyelesaian pesanan menjadikan unit sablon pesantren ini sebagai pilihan terfavorit bagi masyarakat luas yang membutuhkan jasa cetak kaos. Keuntungan dari hasil usaha percetakan ini dialokasikan penuh untuk menambah kas pengembangan sarana belajar dan bantuan beasiswa bagi santri yang membutuhkan. Ekosistem industri kreatif di lingkungan pesantren ini berkembang secara sangat pesat dan mandiri.
Aktivitas sablon ini juga diintegrasikan dengan program pelatihan vokasi seni grafis dan desain komunikasi visual bagi para santri yang tertarik dunia industri kreatif. Santri diajarkan cara mengoperasikan perangkat lunak desain komputer, teknik pembuatan film sablon, pencampuran warna tinta, hingga teknik pres pemanas pakaian. Pengalaman praktis mengelola unit usaha percetakan ini menumbuhkan kreativitas, ketelitian, serta jiwa wirausaha muda yang mandiri dan berdaya saing tinggi dalam diri santri. Santri lulus dengan membawa ijazah agama sekaligus keahlian sablon garmen profesional.
Inovasi teknologi cetak terus diperbarui dengan menambah mesin sablon otomatis kapasitas besar guna memenuhi lonjakan pesanan pasar yang semakin tinggi setiap bulannya. Pemasaran produk sablon juga merambah ranah digital dan media sosial untuk menjangkau pangsa pasar konsumen yang lebih luas di seluruh Indonesia. Pengelolaan usaha percetakan sablon kaos secara profesional ini terbukti menjadi pilar kekuatan ekonomi kreatif yang membanggakan bagi seluruh warga pesantren. Pesantren terus membuktikan diri sebagai pusat pencetak generasi muda yang agamis dan mahir berkarya.