Bagi sebagian umat Muslim, terkadang muncul pertanyaan mana yang lebih utama antara umrah dan haji. Kedua ibadah ini memang sama-sama dilakukan di Baitullah, Mekkah, namun memiliki perbedaan mendasar dalam rukun dan status hukumnya. Penjelasan Nabi Muhammad SAW secara gamblang telah mengurai perbedaan ini, memberikan panduan jelas bagi umat.
Haji adalah salah satu dari lima rukun Islam, hukumnya wajib bagi yang mampu. Sementara umrah adalah ibadah sunnah muakkadah (sunnah yang sangat dianjurkan). Penjelasan Nabi Muhammad SAW dalam berbagai hadis secara konsisten menegaskan kedudukan haji sebagai kewajiban yang harus ditunaikan sekali seumur hidup.
Dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim, ketika ditanya tentang amalan yang paling utama, Rasulullah SAW bersabda, “Iman kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian jihad fi sabilillah, kemudian haji mabrur.” Ini menunjukkan betapa tingginya kedudukan haji di sisi Allah SWT.
Penjelasan Nabi Muhammad mengenai haji sebagai rukun Islam juga terlihat dari perintah beliau kepada para sahabat untuk menunaikannya. Haji memiliki waktu pelaksanaan yang spesifik, yaitu pada bulan Dzulhijjah, dengan rukun-rukun seperti wukuf di Arafah yang tidak ada di ibadah umrah.
Adapun umrah, Rasulullah SAW juga sangat menganjurkan pelaksanaannya. Dalam sebuah hadis, beliau bersabda, “Umrah ke umrah berikutnya adalah penghapus dosa di antara keduanya, dan haji mabrur tidak ada balasan baginya kecuali surga.” Ini menunjukkan keutamaan umrah sebagai penghapus dosa.
Namun, Penjelasan Nabi Muhammad secara keseluruhan mengindikasikan bahwa haji memiliki kedudukan yang lebih tinggi karena statusnya sebagai rukun Islam. Meskipun demikian, umrah tetap merupakan ibadah yang sangat dianjurkan dan memiliki keutamaan tersendiri.
Bagi seorang Muslim yang mampu secara finansial dan fisik, prioritas pertama adalah menunaikan ibadah haji yang wajib. Setelah itu, jika ada kelebihan rezeki dan kemampuan, barulah bisa menunaikan umrah berkali-kali. Ini adalah urutan yang disyariatkan dan dianjurkan.
Melalui Penjelasan Nabi Muhammad SAW, kita mendapatkan pemahaman yang komprehensif tentang kedua ibadah mulia ini. Keduanya adalah bentuk ibadah yang mendekatkan diri kepada Allah SWT, namun dengan tingkatan dan tujuan yang berbeda.