Ponpes Dayah Darul Ilham

Mendidik dengan Ilmu, Membentuk dengan Adab

Perundungan, atau bullying, adalah perilaku zalim yang bertentangan dengan ajaran Islam. Pencegahan perundungan tidak cukup hanya dengan aturan, tapi harus dibarengi dengan penanaman nilai-nilai agama. Islam mengajarkan kasih sayang, empati, dan penghormatan terhadap sesama, yang merupakan fondasi utama untuk menciptakan lingkungan yang damai.

Al-Qur’an dan Hadis banyak menegaskan pentingnya menjaga lisan dan perbuatan. Allah SWT berfirman dalam surat Al-Hujurat ayat 11, “Janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain.” Ayat ini secara langsung melarang perundungan verbal, menunjukkan betapa seriusnya hal ini dalam pandangan agama.

Rasulullah SAW adalah teladan terbaik dalam berinteraksi. Beliau selalu bersikap lembut dan tidak pernah merendahkan siapapun, bahkan kepada musuhnya. Mencontoh akhlak Nabi adalah kunci untuk menumbuhkan sikap anti-perundungan di kalangan santri.

Mengajarkan empati adalah langkah krusial. Dalam Islam, empati dikenal sebagai tasamuh dan ukhuwah. Santri perlu memahami bahwa menyakiti perasaan orang lain, baik secara fisik maupun verbal, adalah dosa. Mereka harus diajarkan untuk merasakan penderitaan orang lain.

Pendekatan pencegahan perundungan harus dimulai dari kurikulum pendidikan agama. Kisah-kisah Nabi dan para sahabat yang penuh toleransi dan kasih sayang harus lebih sering disampaikan, bukan hanya sebagai cerita, tapi sebagai pelajaran hidup.

Pesantren harus menjadi tempat yang aman. Pengelola dan ustaz memiliki peran besar sebagai pengawas dan pembimbing. Mereka harus bertindak adil dan tegas dalam menanggapi laporan perundungan, tanpa pandang bulu, demi menjaga keadilan.

Selain sanksi, pembinaan akhlak harus diutamakan. Pelaku perundungan perlu diberikan pemahaman mendalam tentang dosa dari perbuatannya. Pencegahan perundungan yang efektif harus bersifat edukatif dan korektif, bukan sekadar menghukum.

Menumbuhkan rasa persaudaraan sesama santri adalah esensi dari ukhuwah islamiyah. Mengadakan kegiatan yang mempererat hubungan, seperti kerja bakti atau majelis ilmu, dapat mengurangi potensi konflik. Pencegahan perundungan berfokus pada pembangunan komunitas.

Dalam Islam, setiap manusia dihormati karena kemanusiaannya. Tidak ada yang lebih mulia dari yang lain, kecuali berdasarkan ketakwaan. Konsep ini harus ditanamkan kuat-kuat agar tidak ada lagi yang merasa berhak merendahkan orang lain.