Pondok pesantren di Indonesia memiliki visi dan misi yang jelas untuk Membangun Generasi Muslim kaffah, yaitu individu yang menyeluruh dalam aspek spiritual, intelektual, dan sosial. Lebih dari sekadar lembaga pendidikan, pesantren adalah lembaga yang berupaya mencetak individu yang tidak hanya mendalami ilmu agama, tetapi juga memiliki karakter kuat, etika mulia, dan siap berkontribusi positif bagi masyarakat dan bangsa. Visi dan misi ini menjadi panduan dalam setiap program pendidikan dan pembinaan santri.
Visi utama pesantren adalah melahirkan ulama yang mutafaqqih fiddin (mendalami ilmu agama) dan mutafaqqih fiddunya (memahami ilmu dunia). Artinya, pesantren tidak hanya fokus pada kajian kitab kuning dan hafalan Al-Quran, tetapi juga mengintegrasikan pendidikan umum yang relevan. Membangun Generasi yang seimbang ini menuntut kurikulum komprehensif, yang mencakup ilmu-ilmu syar’i, sains, bahasa asing (Arab dan Inggris), hingga keterampilan vokasi. Contoh konkretnya, pada 20 Juni 2025, Pondok Pesantren Modern Daarul Ulum di Jawa Timur meresmikan Smart Classroom terbaru mereka, menunjukkan komitmen pada pendidikan yang seimbang.
Misi pesantren untuk Membangun Generasi Muslim kaffah diwujudkan melalui beberapa pilar. Pertama, penanaman akidah dan akhlak mulia. Ini dilakukan melalui rutinitas ibadah yang disiplin, pengajian kitab-kitab tasawuf dan akhlak, serta bimbingan langsung dari kiai sebagai teladan. Lingkungan yang sarat nilai-nilai Islam membiasakan santri pada kejujuran, kesabaran, kemandirian, dan gotong royong. Kedua, penguasaan ilmu agama secara mendalam. Melalui metode sorogan dan bandongan, santri dibimbing untuk memahami Al-Quran, Hadis, Fikih, dan ilmu alat dengan komprehensif.
Ketiga, pengembangan potensi dan keterampilan. Banyak pesantren kini memiliki program ekstrakurikuler yang beragam, mulai dari public speaking, jurnalistik, robotics, hingga pertanian dan kewirausahaan. Hal ini bertujuan untuk membekali santri dengan hard skill dan soft skill yang relevan dengan tuntutan zaman, sehingga mereka tidak hanya cakap dalam berdakwah, tetapi juga mampu berkiprah di berbagai profesi dan sektor kehidupan. Pada 23 Juni 2025, dalam acara Santripreneur Fest di Jakarta, santri dari berbagai pesantren memamerkan produk-produk wirausaha mereka, menunjukkan keberhasilan misi ini.
Dengan demikian, pesantren bukan hanya melestarikan tradisi, tetapi juga berinovasi untuk Membangun Generasi Muslim kaffah yang adaptif dan berdaya saing. Visi dan misi yang kuat ini menjadikan pesantren sebagai lembaga pendidikan yang tak tergantikan dalam mencetak individu yang berilmu, berakhlak, dan siap berkontribusi positif bagi kemajuan agama, bangsa, dan negara.