Dunia pesantren yang biasanya tenang tiba-tiba diguncang oleh sebuah isu sensitif yang menyeret nama Pesantren Darul Ilham. Rumor yang berkembang di masyarakat luas mulai menciptakan apa yang disebut sebagai Darul Ilham Scandal, sebuah kontroversi yang mempertanyakan kurikulum tersembunyi di balik dinding-dinding kokoh lembaga tersebut. Fokus utama dari perdebatan ini adalah mengenai praktik metafisika yang dianggap tidak lazim di era modern. Pertanyaan yang muncul di permukaan adalah: benarkah ilmu kebal atau kekuatan fisik supranatural yang sulit dijelaskan secara logika masih diajarkan kepada para santri senior sebagai bagian dari bela diri tingkat tinggi?
Isu ini bermula dari sebuah video amatir yang memperlihatkan sekelompok santri sedang melakukan latihan fisik yang ekstrem di tengah malam. Dalam laporan mengenai Darul Ilham Scandal tersebut, terlihat adanya ketahanan fisik yang tidak biasa terhadap benda-benda tajam. Hal ini memicu pro dan kontra di kalangan netizen dan tokoh agama. Banyak yang meragukan validitas video tersebut, namun tidak sedikit pula yang bertanya-tanya: benarkah ilmu kebal yang identik dengan budaya jawara masa lalu itu masih diajarkan di lingkungan pendidikan Islam formal? Pihak pesantren pun terdesak untuk memberikan klarifikasi agar nama baik institusi tidak tercemar oleh prasangka yang menjurus pada praktik klenik yang dilarang agama.
Pihak pengasuh Darul Ilham akhirnya angkat bicara untuk meredam Darul Ilham Scandal ini agar tidak semakin liar. Mereka menjelaskan bahwa apa yang dilihat masyarakat bukanlah praktik ilmu hitam atau sihir. Mengenai pertanyaan benarkah ilmu kebal itu ada, sang Kyai menjelaskan bahwa yang mereka pelajari adalah kekuatan “Asma” dan “Hizib” yang bertujuan untuk perlindungan diri, bukan untuk kesombongan. Latihan tersebut memang masih diajarkan sebagai warisan budaya bela diri nusantara yang menyatu dengan nilai-nilai tauhid. Kekuatan fisik tersebut merupakan efek samping dari kedekatan spiritual dan keyakinan yang total kepada perlindungan Allah, yang dalam kondisi darurat bisa memunculkan keajaiban perlindungan fisik.